Mata Uang Yen sebagai Aset Safe Haven
Mata Uang Yen sebagai Aset Safe Haven

Pandemi covid-19 telah menjadi permasalahan serius di berbagai belahan dunia. Tak hanya perihal kesehatan global, tetapi juga ikut merambat ke berbagai sektor seperti politik, kemanusiaan, dan perekonomian. Mata Uang Yen sebagai Aset Safe Haven menjadi salah satu pilihan.

Perekonomian merupakan sektor yang paling terdampak dari adanya covid-19 ini. Berbagai macam kebijakan telah dikeluarkan demi mengatasi guncangan ekonomi yang sedang terjadi. Dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk memindahkan aset yang kita miliki ke dalam aset safe haven.

Hal ini bertujuan untuk melindungi aset dari adanya guncangan ekonomi yang sedang terjadi. Salah satu contoh aset safe haven adalah Yen, yaitu mata uang jepang (JPY). Mengapa Yen dapat digunakan sebagai aset safe haven? Yuk simak pembahasan berikut ini!

Negara Kreditor

Jepang merupakan negara kreditor terbesar di dunia. Jepang menjadi negara kreditor terbesar di dunia dikarenakan banyak memberikan pinjaman ke negara lain. Dengan kata lain, jepang banyak memiliki piutang dari negara lain.

Dilansir dari okezone.com, Jepang memiliki saldo bersih aset eksternal yang dipegang oleh pemerintah, perusahaan dan investor perorangan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp364,53 triliun yen atau setara dengan 3,40 triliun USD.

Aset Surplus

Jepang dianggap memiliki jaminan stabilitas terhadap mata uangnya karena jepang memiliki surplus current account yang besar. Hal ini dikarenakan perdagangan internasional dan arus dana masuk Jepang melebihi arus dana ke luar negeri.

Dilansir dari medcom.id, pada Agustus 2020 Kementerian Keuangan Jepang mencatat surplus transaksi berjalan sebesar 2,10 triliun yen atau setara dengan 19,82 miliar USD. Negara ini juga dikenal negara yang selalu mengalami surplus berturut-turut, sehingga sangat memengaruhi stabilitas terhadap yen.

Suku Bunga Negatif, Karakter Yen sebagai Safe Haven

Bank sentral Jepang mempunyai kebijakan suku bunga negatif. Hal ini bertujuan untuk mendorong perekonomian jepang melalui tingkat konsumtif masyarakatnya. Sehingga, masyarakatnya tidak hanya menabungkan uangnya, tetapi juga membelanjakan uangnya untuk menggerakkan roda perekonomian.

Selain itu, Suku bunga negatif juga dapat meningkatkan tingginya permintaan utang. Jika permintaan utang naik, maka Yen akan mengalami apresiasi. Dengan penerapan suku bunga negatif ini membuat Yen sering digunakan bertransaksi dalam forex menggunakan strategi carry trade.

Carry trade adalah salah satu strategi dalam forex yang memanfaatkan perbedaan suku bunga. seorang trader akan membeli mata uang yang memiliki suku bunga tinggi terhadap mata uang dengan suku bunga rendah.

Jadi, trader akan mendapatkan keuntungan dari hasil trading dan juga mendapatkan keuntungan dari hasil selisih bunga (ke arah positif) yang dibayarkan broker kepada trader. Strategi ini sering merupakan strategi jangka panjang yang sering digunakan trader.

Nah, itulah informasi mengenai mata uang Yen sebagai aset safe haven. Informasi ini mungkin dapat menambah pengetahuan kamu atau dapat dijadikan referensi untuk melindungi aset yang kamu miliki di situasi pandemi ini. Pantau terus website kami untuk mengetahui informasi-informasi seputar trading lainnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here